Pengaruh Job Insecurity dan Stres Kerja Terhadap Turnover Intention dengan Ketidakpuasan Kerja sebagai Variabel Intervening

(Studi Pada Karyawan PT. MNC Sky Vision Tbk Kebumen)

  • Faiqoh Riski Wulandari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Putra Bangsa
  • Dani Rizana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Putra Bangsa
Keywords: Job Insecurity, Stres Kerja, Ketidakpuasan Kerja, Turnover Intention

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh job insecurity dan stress kerja terhadap turnover intention dengan ketidakpuasan kerja sebagai variabel intervening pada karyawan PT. MNC Sky Vision Tbk Kebumen. Analisis data yang digunakan adalah uji instrumen validitas dan reabilitas, uji asumsi klasik, sobel tes, analisis jalur, uji hipotesis, dan analisis korelasi. Hasil pengujian dan analusa data yang dilakukan dengan menggunakan bantuan Software SPSS 23.0 for Wimdows. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa seluruh item setiap variabel dinyatakan valud dan reliabel. Kedua model struktural memenuhi kriteria uji assumsi klasik dengan tidak terdapat multikolonieritas, tidak terjadi heterokedastisitas, dan memenuhi asumsi normalitas. Berdasarkan hasil analisis dari uji t ini menunjukan bahwa job insecurity berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap ketidakpuasan kerja tetapi tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. Stress kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap ketidakpuasan kerja tetapi tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. Ketidakpuasan kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap turnover intention. Ketidakpuasan kerja tidak dapat memediasi pengaruh dari job insecurity terhadap turnover intention tetapi dapat memediasi pengaruh dari stress kerja terhadap turnover intention.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andini, R. (2006). Analisis Pengaruh Kepuasan Gaji, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasional terhadap Turnover Intention. Tesis. Universitas Diponegoro, Semarang.

Anoraga, P. (2009). Manajemen Bisnis. Semarang: PT Rineka Cipta.

As' ad, M. (2003). Psikologi industri: Seri sumber daya manusia. Yogyakarta: Liberty.

As’ad, M. (2004). Psikologi Industri. Yogyakarta: Liberty.

Ashford, S. J., Lee, C., & Bobko, P. (1989). Content, cause, and consequences of job insecurity: A theory-based measure and substantive test. Academy of Management journal, 32(4), 803-829.

Ghozali, I. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate dengan SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ghozali, I. (2006). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Cetakan Keempat. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ghozali, I. (2009). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Edisi Keempat. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gitosudarmo, I., & Sudita, I. N. (2000). Perilaku Keorganisasian. Edisi Pertama, Cetakan Kedua. Yogyakarta: BPFE.

Greenglass, E., Burke, R., & Fiksenbaum, L. (2002). Impact of Restructuring, Job Insecurity and Job Satisfaction in Hospital Nurses. Stress News January, 14(1), 1-10.

Handoko, T. H. (2001). Manajemen Personalia & Sumberdaya Manusia. Edisi Kedua. Yogyakarta: BPFE.

Handoko, T. H. (2008). Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. (edisi 2). Yogyakarta: BPFE.

Hasibuan, M. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Iqbal, S., Ehsan, S., Rizwan, M., & Noreen, M. (2014). The impact of organizational commitment, job satisfaction, job stress and leadership support on turnover intention in educational institutes. International Journal of Human Resource Studies, 4(2), 181.

Kirkcaldy, B. D., Levine, R., & Shephard, R. J. (2000). The impact of working hours on physcal and psychological health of German managers. European Review of Applied Psychology, 443-449.

Kuding, G. M. P., & Kurnia, R. (2011). Pengaruh Job Insecurity, Terhadap Keinginan Berpindah Kerja Dengan Kepuasan Kerja Dan Komitmen Organisasional Sebagai Variabel Intervening. Ultimaccounting: Jurnal Ilmu Akuntansi, 3(1), 66-85.

Kumar, R., Ramendran, C., & Yacob, P. (2012). A study on turnover intention in fast food industry: Employees’ fit to the organizational culture and the important of their commitment. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 2(5), 9-42.

Luthans, F. (2006). Perilaku Organisasi. Edisi Bahasa Indonesia. Yogyakarta: ANDI.

Nelwan, O. S. (2008). Pengaruh Karakteristik Pekerjaan, Kepemimpinan Transformasional, Peluang Promosi Terhadap Kepuasan kerja, Komitmen Organisasi, Dan Turnover Intention. Jurnal Manajemen, 5(2), 139-150.

Novliadi, P. (2007). Intensi Turnover Karyawan Ditinjau dari Budaya Perusahaan dan Kepuasan Kerja. Makalah. Fakultas Kedokteran, Jurusan Psikologi USU.

Park, H., Chang, S. K., Kim, J. Y., Lee, B. M., & Shin, H. S. (2014). Risk factors for distant metastasis as a primary site of treatment failure in early-stage breast cancer. Chonnam medical journal, 50(3), 96-101.

Prastiti, S. D. (2002). Pengaruh Outcomes Job Insecurity Terhadap Turnover Intention Dosen Akutansi di Perguruan Tinggi. Tesis. Program Magaster Akutansi Universitas Diponogoro.

Price, J. L., & Muller, C. W. (1986). Handbook of Organizational Measurement. Iowa: Pitman.

Sarwono J. (2005). SPSS Versi 12, Edisi kedua. Bandung: PT. Danamartha Sejahtera Utama.

Siagian, S. P. (2009). Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Siddiqui, N. H., Azhar, I., Tarar, O. M., Masood, S., & Mahmood, Z. A. (2015). Influence of pectin concentrations on physico-chemical and sensory qualities of jams. World Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, 4(6), 68-77.

Smithson, J., & Lewis, S. (2000). Is job insecurity changing the psychological contract?. Personnel Review, 29(6), 1-15.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suharsimi, A. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Sverke, M., & Hellgren, J. (2002). The nature of job insecurity: Understanding employment uncertainty on the brink of a new millennium. Applied Psychology, 51(1), 23-42.

Veithzal, R., & Sagala, E. J. (2004). Manajemen sumber daya manusia untuk perusahaan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Wahyuni, A. S., Zaika, Y., & Anwar, R. (2015). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi turnover intention (keinginan berpindah) karyawan pada perusahan jasa konstruksi. Rekayasa Sipil, 8(2), 89-95.

Wijaya, M. Y. T., & Sudibya, G. A. Pengaruh Stres Kerja, Lingku. ngan. Kerja Fisik dan Kompensasi Finansial. terhadap Kinerja Karyawan. E-Jurnal Manajemen, 3(11).

Zeffane, R. M. (1994). Understanding employee turnover: The need for a contingency approach. International journal of Manpower, 15(9).
Published
2020-06-30
How to Cite
Wulandari, F., & Rizana, D. (2020). Pengaruh Job Insecurity dan Stres Kerja Terhadap Turnover Intention dengan Ketidakpuasan Kerja sebagai Variabel Intervening. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi (JIMMBA), 2(3), 323-330. https://doi.org/10.32639/jimmba.v2i3.481
Section
Articles