Pengaruh Komitmen Profesional, Personal Cost, dan Moral Reasoning Terhadap Niat Seseorang untuk Melakukan Tindakan Whistleblowing

  • Wahyu Refky Prayogi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Putra Bangsa
  • Dwi Suprajitno Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Putra Bangsa
Keywords: Whistleblowing, Komitmen Profesional, Personal Cost, Moral Reasoning

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Komitmen Profesional, Personal Cost dan  Moral Reasoning terhadap niat untuk melakukan tindakan Whistleblowing dan ingin membuktikan bahwa Komitmen Profesional, Personal Cost dan Moral Reasoningberpengaruh terhadap niat untuk melakukan tindakan Whistleblowing. Model analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linear Berganda.Sampel dalam penelitian ini ditentukan menggunakan metode purposive random sampling dengan kriteria responden adalah pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kebumen yang sudah bekerja minimal selama satu tahun atau lebih. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 48 pegawai. Hasil analisis yang telah dilakukan dari penelitian ini menunjukan bahwa Komitmen Profesional berpengaruh positif dan signifikan  terhadap niat untuk melakukan tindakan Whistleblowing pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kebumen, sedangkan Personal Cost dan Moral Reasoning tidak berpengaruh terhadap niat untuk melakukan tindakan Whistleblowing pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kebumen.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Association of Certified Fraud Examiner (ACFE). 2012. Report to the Nations on Occupational Fraud and Abuse.

Ahyaruddin, M dan M. Asnawi. 2017. Pengaruh Moral Reasoning dan Ethical Environment Terhadap Kecenderungan Untuk Melakukan Whistleblowing 7(1): 1-20.

Al-Fithrie, N.L. 2015. Pengaruh Moral Reasoning dan Ethical Sensitivity Terhadap Persepsi Etis Mahasiswa Akuntansi Dengan Gender Sebagai Variabel Moderasi. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.

Astuti, E. K. 2018. Pengaruh Etika, Komitmen Profesional, Sosialisasi Antisipatif, dan Locus of Control Mahasiswa Akuntansi Terhadap Perilaku Whistleblowing. Skripsi. Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta.

Brandon. 2013. Whistle Blower. Diakses di http://www.scribd.com/doc/12331853 9/Whistle Blower. Diakses pada tanggal 24 April 2014.

Cohen, J. R., L. W. Pant, dan D. J. Sharp. 2001. An examination of differences in ethical decision making between Canadian business students and Accounting professionals. Journal of Business Ethics 30(4): 319-336. Curwen, L. 2003. The Corporate Conscience. https://www.theguardian.com/business /2003/jun/21/corporatefraud.enron. diakses pada 5 Oktober 2018 pukul 13.05 WIB.

Diani, R.C. dan I.M. Narsa. 2017. Level Penalaran Moral dan Konflik Peran : Studi Eksperimen Bagi Model Perilaku Whistleblowing Aparat Pengawasan Internal Pemerintah. Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara 3(2): 131-149.

Dwyer, P.D., R.B. Welker, dan A.H. Friedberg. 2000. A Research Note Concerning the Dimensionality of the Professional Commitment Scale. Behavioral Research in Accounting Vol. 12.

Ghozali, I. 2016. Aplikasi Analisis Multivariatif dengan Program IBM SPSS 19. Cetakan VIII Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang.

Hanif, R.A. dan F. Odiatma. 2017. Pengaruh Lingkungan Etika Terhadap Niat Melakukan Whistleblowing Dengan Locus of Control Sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Akuntansi Keuangan dan Bisnis 10(2): 61-69.

Hasanuddin, M.R. 2014. Pengaruh Komitmen Profesional dan Sosialisasi Antisipatif Terhadap Sikap Mahasiswa Akuntansi Atas Akuntabilitas Sosial Perusahaan. SNA XVII Universitas Mataram, 2527 September.

KBBI.2016. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Online). Tersedia di http://kbbi.web.id/pusat. Diakses pada 15 Oktober 2018

Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG). 2006. Pedoman Umum Good Coorporate Governance Indonesia. Jakarta. Diakses tanggal 1 Oktober 2018.

Detiknews. 2013. Kronologi Kasus Susno: \'Cicak vs Buaya\' Hingga Korupsi Pilgub Jabar. https://news.detik.com/berita/2229197 /kronologi-kasus-susno-cicak-vsbuaya-hingga-korupsi-pilgub-jabar/1. Diakses pada 5 Oktober pukul 15.55 WIB.

Kountur, R. 2004. Metode Penelitian : Untuk Penulisan Skripsi dan Tesis. Cetakan
Kedua. Penerbit PPM. Yogyakarta

Lestari, R. dan R. Yaya. 2017. Whistleblowing dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Niat Melaksanakan Oleh Aparatur Sipil Negara. Jurnal Akuntansi 21(03): 336350.


Mahardika, A.S. 2016. Modal Sosial Pada Profesi Akuntan Di Daerah IstimewaYogyakarta: Kepemimpinan Etis Sebagai Variabel Anteseden Dan Hasil Kerja Sebagai Variabel Konsekuensi. Tesis. Program Studi Magister Sains Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomika Dan Bisnis. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Merdikawati, R. 2012. Hubungan Komitmen Profesional dan Sosialisasi Antisipatif Mahasiswa Akuntansi Dengan Niat Whistleblowing. Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang.

Miceli, M. P. dan J. P. Near. 1995. Characteristics of Organizational Climate and Perceived Wrongdoing Associated with Whistle-Blowing Decisions. Personnel Psychology 38(1985): 525-544.

Nugraha, T. 2017. Pengaruh Komitmen Profesional, Lingkungan Etika, Sifat Machiavellian, dan Personal Cost Terhadap Intensi Whistleblowing Dengan Retaliasi Sebagai Variabel Moderating. JOM Fekon 4(1): 20302044.

Pengesti, S.N. dan S. Rahayu. 2017. Pengaruh Komitmen Profesional dam Sosialisasi Antisipatif Mahasiswa Akuntansi Terhadap Whistleblowing. eProceeding of Management 4(3): 2750-2761.

Peraturan Kepala Lembaga Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor 7 Tahun 2012 Tentang Whistleblowing Systemdalam Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah.

Prasetyo, H. 2016. Pendidikan Anti Korupsi. STIE Putra Bangsa Kebumen. Kebumen

Prastika, N.I. 2017. Komitmen Profesional, Sosialisasi Antisipatif, dan Locus of Control : Pengaruhnya Terhadap Perilaku Whistleblowing. Skripsi. Institut Agama Islam Negeri Surakarta. Surakarta.

Ramadhany, N. F. 2017. Personal Cost dan Efektifitas Whistleblowing System Terhadap Pendeteksian Fraud Dengan Self Efficacy Sebagai Pemoderasi. Skripsi. Universitas Islam Negeri Alauiddin Makasar. Makasar.

Schultz, J.J., D.A. Johnson, D. Morris, dan S. Dyrnes. 1993. An Investigation The Reporting Of Questionable Acts In An International Setting. Journal of Accounting 31 (1): 75-103.

Setyawati, I., K Ardiyani, dan C.R. Sutrisno. 2015. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Niat Untuk Melakukan Whistleblowing Internal. Jurnal Ekonomi dan Bisnis 17(2): 22-33.

Soeratno, L. dan Arsyad. 1999. Metodelogi Penelitian:Untuk Ekonomi dan Bisnis. AMP YKPN. Yogyakarta

Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan Kesembilan. CV Alfabeta. Bandung.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Bisnis : Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Cetakan Ke-14. CV Alfabeta. Bandung.

Sugiyono.2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Cetakan Ke-11. CV Alfabeta. Bandung.

Tempo.co. 2012. Dirjen Pajak: Whistleblowing System Berjalan Baik.https://nasional.tempo.co/read/416988/dirjen-pajak-whistleblowingsystem-berjalanbaik/full&view=ok.diakses pada 15 Desember 2018 pukul 10.44 WIB.

Winardi, R.D. 2013. The Influence of Individual and Situational Factors on Lower-Level Civil Servants Whistleblowing Intention in Indonesia. Journal of Indonesian Economy and Business.28(3):361-376.
Published
2020-02-04
How to Cite
Prayogi, W., & Suprajitno, D. (2020). Pengaruh Komitmen Profesional, Personal Cost, dan Moral Reasoning Terhadap Niat Seseorang untuk Melakukan Tindakan Whistleblowing. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi (JIMMBA), 2(1), 10-16. https://doi.org/10.32639/jimmba.v2i1.435
Section
Articles