Analisis konflik Agency Teory dan pengaruhnya terhadap kebijakan Dividen pada perusahaan yang tergabung dalam LQ 45 (Studi kasus tahun 2011-2015)

Main Article Content

Tuti Zakiyah

Abstract

Teori keagenan mendeskripsikan hubungan antara pemegang saham (shareholders) sebagai prinsipal dan manajemen sebagai agen. Manajemen merupakan pihak yang dikontrak oleh pemegang saham untuk bekerja demi kepentingan pemegang saham. Singkatnya, konflik kepentingan antara antara manajemen dan pemegang saham. Untuk menghindari terjadinya hubungan yang asimetris dibutuhkan  konsep yaitu corporate governance.


Contoh konflik keagenan yaitu satu Konflik antara manajer dan pemegang saham, manajer memilih banyak laba yaiditahan sedangkan pemilik saham memilih untuk dividen dibagikan. Yang kedua Konflik pemegang saham minoritas dengan pemegang saham mayoritas. Dan yang ketiga adalah Konflik investor dan pemberi pinjaman.


Kebijakan deviden suatu perusahaan melibatkan dua pihak yang berkepentingan dan saling bertentangan yaitu kepentingan pemegang saham dengan devidennya dan kepentingan perusahaan dengan laba ditahannya, disamping itu juga kepentingan bandholder yang dapat mempengaruhi besarnya deviden kas yang dibayarkan. deviden yang dibayarkan kepada para pemegang tergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan, sehingga memerlukan pertimbangan yang lebih derius dari managemen perusahaan.


Dalam Penelitian ini variabel-variabel yang akan dibahas adalah berbagai factor yang terkait dengan teory agency yaitu insider ownership, Shareholder dispersion, free cash flow, dan tingkat pertumbuhan perusahaan, factor manakah yang mempunyai pengaruh besar terhadap kebijakan dividen perusahaan

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles