PERILAKU TECHNOPRENEUR MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA: TINJAUAN PADA SELF-SUFFICIENCY

  • Yusmedi Nurfaizal

Abstract

Sebuah pendekatan pendidikan baru untuk pembangunan berkelanjutan yang muncul dalam literatur kewirausahaan. Artikel ini menyesuaikan teori perilaku yang direncanakan untuk memeriksa sikap terhadap bentuk kewirausahaanyang dilakukan mahasiswa. Artikel ini bertujuan menilai perilaku technopreneur mahasiswa teknik informatika dari self-suffiency serta untuk mengetahui korelasi antara karakteristik demografi dengan self-suffiency. Jenis kelamin mempunyai korelasi yang signifikan dengan self-suffiency, sedangkan penghasilan, status tinggal dan usia tidak mempunyai korelasi yang signifikan dengan self-suffiency. Hasil ini ada yang konsisten dengan temuan sebelumnya dan ada pula yang tidak selaras. Oleh karena itu dapat ditindaklanjuti oleh peneliti selanjutnya. Hal ini menunjukkan pentingnya menyoroti manfaat kewirausahaan yang berkelanjutan untuk merangsang minat lebih dalam pembangunan berkelanjutan. Kontribusi utama dari studi ini adalah bahwa lembaga pendidikan perlu menyediakan program keberlanjutan memberikan kesempatanuntuk mendorong pengusaha yang baru lahir.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bagheri, A & Pihie, Z. A. L. (2009). An Exploratory Study of Entrepreneurial Leadership Development of University Students. European Journal of Social Sciences. Vol. 11, No. 1, pp: 177-190

Bogue Donald. J, (1969). Bogue, Donald, J., Principle of Demography. New York : John Wiley and Son, Inc

Bandura, Albert., (1986). Social foundations thought and action a social cognitive and theory practice. Hall inc. New Jersey

Baumol, W. J., Litan, R. E., & Schramm, C. J. (2007). Sustaining entrepreneurial capital¬ism. Capitalism and Society, 2(2) Article 1. Available at:http://www.bepress.com/cas /vol2/iss2/art1

Brown, I. T. J. (2002). Individual and technological factors affecting perceived ease of use of web-basedlearning technologies in developing country. The Electronic Journal on Information Systems inDeveloping Countries 9 (5): 1-15

Cattell, H. E. P., & Mead, A. D. (2008), “The Sixteen Personality Factor Questionnaire (16PF)â€, dalam The Sage Handbook of Personality Theory and Assessment: Personality measurement and testing. (vol. 02)., eds. Boyle, I.G. & Matthews,G. & D. H. Saklofske, Sage Publications, Los Angeles, p. 135-178

Chambers, T. A., dan C. M. Parker. (2000). Factors motivating and inhibitting the use of web commerce by rural small business. Working Paper. School of Management System. Deakin University: Burwood

Hassan, R.A. & Wafa, S.A. (n.d). Predictors towards entrepreneurial intention: A malaysian case study. Asian Journal of Business and Management Sciences, 1(11), 01-10.

Hermina, U.N., Novieyana, S. & Zain, D. (2011). Pengaruh Mata Kuliah Kewirausahaan Terhadap Minat Mahasiswa Menjadi Wirausaha. Jurnal Eksos, 7(2), 130-141

Hong Philip Young P., Vamadu A. Sheriff, Sandra R. Naeger. (2009). A Bottom-up Definition of Self-sufficiency Voices from Low-income Jobseekers. Qualitative Social Work 8 (3)

Indonesia. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. (2012). EntrepreneurSelalu Siap Hadapi Perubahan. Retrieved Februari11, 2015, fromhttp://www.depkop.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=885:menkop-ukm-entrepeneur-selalu-siap-hadapi-perubahan&catid=50:bind-berita&Itemid=97

Izedonmi, P. F & Chinonnye, O. (2010). The Effect of Entreprneurship Education onStudents’ Entrepreneurial Intentions. Global Journal of Management and Business Research. Vol. 10, issue 6, pp: 49-59

Manurung Adler Haymas. (2007).Wanita Berbisnis UKM Makanan. Jakarta: PT.KompasMedia Nusantara

Notoatmodjo Soekidjo. 2010. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta

Raskin, Robert dan Howard Terry. (1988). A Principal Component Analysis of The Narcissistic Personality Inventory and Further Evidence of its Construct Valdity. Journal of Personality and Social Psycology. 54 (May), 890-902

Saravanakumar, M. & Saravanan, S. (2012). Entrepreneurship Education Shaping Entrepreneurial Intention. European Journal of Social Sciences, 33(2), 317-323

Siagian, Sondang (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia (cetakan 15). Jakarta: Bumi Aksara

Soeryanto Eddy. (2009). Entrpreneurship: Menjadi Pebisnis Ulung. Jakarta: Elex Media Komputindo

Sugiyono.(2009).Statistik Untuk Penelitian.Bandung:CV Alfa Beta

Tambunan Tulus. (2012). Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia Isu-Isu Penting. Jakarta: LP3ES

Taylor Tiffany, Christi L. Gross, Jackuelyn Towne-Roese. (2015). Program Barriers and Challengesto Self-Sufficiency: A QualitativeAnalysis of Ohio Welfare-to-WorkProgram Manager Identity. Critical Sociology1–17

Taylor T and Seale E (2013) Implementing welfare-to-work: Program managers’ identities and service deliveryin North Carolina. Sociological Focus 46(4): 295–313.

Umar Husein. (2008). Desain Penelitian MSDM dan Perilaku Karyawan. Seri Desain Penelitian Bisnis – No 1. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada

Vohs, K. D., et al. (2008). Making Choices Impairs Subsequent Self-Control: A Limited-Resource Account of Decision Making, Regulation, and Active Initiative. J Pers Soc Psychol, Vol. 94, No. 5, pp. 883–98

Watkins-Hayes C (2009) The New Welfare Bureaucrats: Entanglements of Race, Class, and Policy Reform. Chicago, IL: University of Chicago Press

Wibowo, M. (2011). Pembelajaran Kewirausahaan Dan Minat Wirausaha Lulusan SMK. Eksplanasi, 6(2), 109-122

Zimmerer, Scarborough. (2008). Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil. Jakarta: Edisi Kelima, Salemba Empat

How to Cite
Nurfaizal, Y. (1). PERILAKU TECHNOPRENEUR MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA: TINJAUAN PADA SELF-SUFFICIENCY. Fokus Bisnis : Media Pengkajian Manajemen Dan Akuntansi, 13(2). https://doi.org/10.32639/fokusbisnis.v13i2.21
Section
Articles